07 Januari 2019
Tak banyak yang saya punya dan bisa di tinggalkan, sedikitpun. Sungguh.
Akan saya tinggalkan dunia seperti saat saya lahir, sendiri dan tanpa tujuan apapun.
Yang kupunya hanya penggalan cerita, dan saya mulai menulisnya. Namaku Danu.
01 Februari 2019
Hidup, terlepas dari ikatan dengan keyakinamu jadi untuk apa tujuan manusia hidup?
saya selalu berfikir tidak pernah meminta dilahirkan, menanggung semua tanggung jawab dan aturan-aturan yang belum pernah saya sepakati. Kata orang hidup adalah pilihan, entah dalam situasi apa orang memilih.
Sabtu kemarin saya melihat seorang ibu menggendong bayi dengan menggandeng anak perempuan di perempatan tugu Pramuka mereka berdiri menunggu aba-aba lampu merah. Meminta. Apa hidup ini masih sebuah pilihan?
Ya, tak ada pilihan dalam hidup. Teruskan yang harus kau jalani. 15 tahun dari saya duduk dibangku kls 4 SD saya terjebak dalam pemikiran naif itu.
"Nuuuu....bangunnn...." suara ibu kost melengking, disusul suara gesekan sapu lidi menggiring dedaunan.
"Yaa buu.." menyaut. Jika tidak sakit atau pergi kepasar dia membangunkan saya jam setengah 7 pagi.
"Sudah siang, nanti terlambat kerja"
Saya bekerja di sebuah perusahaan manufacture, singkatnya buruh.
Setiap harinya jam 08:00 dentum serine memerintah kami membentuk barisan menunggu atasan memberi perintah bekerja.
Wajah tua lelah jadi pemandangan pagi. Sebagian orang menguap, ada juga yang bersiul. Orang bergerak atas dasar kebutuhan dan esensi dari bekerja bergeser dari nilai menjadi nominal. Nah, betapa beruntungya saya belum terjebak dalam situasi demikian. Saya muda, keren, bebas dan saya jatuh cinta dengan pekerjaan ini.
11 Februari 2019
Gadis berkerudung biru langit, siapa dia? Kami selalu bertemu di jam istirahat, diwarung biasa tempat saya ngutang. Sialnya kami tak saling mengenal. Siapa namamu? ...ahhh mana berani saya tanyakan nama. Bagaimana jika kau jadi kekasihku? Dan semakin liar setiap kali membayangkannya. Dia selalu tersenyum seolah semua kebaikan datang daripadanya.
17 Februari 2019
Hari ini libu. Tidur.
18 Februari 2019
Pagi tadi saya dapat teguran dari Harri, atasanku. "Lu susah banget disuruh lembur, udah berasa paling penting aja lu dikerjaan... Badung banget lu..." tambahnya. Dia berkata sambil berteriak, didepan pekerja lainnya. Saya tidak menjawab. Ya betul, saya paling tidak suka jika waktu libur dinggangu dan saya kira para pekerja lain sependapat terlebih yang sudah berkeluarga ingin menghabisakan waktu bersama anak dan istrinya. Saya kira dalam bekerja ada hal yang harus di cukupkan diluar tanggung jawab perusahaan yaitu hidup normal tanpa memikirkan pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar